Cara Mengisi Struk Gaji Karyawan

struk gaji karyawan

Setiap akhir bulan, para karyawan akan mendapatkan selembar dokumen berupa struk gaji karyawan. Nominal yang karyawan terima sesuai dengan kinerjanya selama satu bulan. Perusahaan akan mengeluarkan dokumen tersebut dan menjadi bukri bahwa karyawan sudah menerima pembayaran gaji atau upah. Namun, masih ada beberapa pengelola bisnis kecil (UMKM) yang belum mengetahui bagaimana contoh struk gaji karyawan.

Biasanya perusahaan atau bisnis kecil dalam memberikan gaji kepada karyawannya tidak menyertakan struk gaji. Padahal perusahaan wajib memberikan struk gaji kepada karyawannya. Hal tersebut sudah pemerintah atur dalam Peraturan Pemerintah. Jadi pemberian struk gaji wajib secara hukum.

Lalu, bagaimana cara mengisi struk gaji karyawan? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Cara Mengisi Struk Gaji Karyawan

Ketika Anda ingin mengisi struk gaji karyawan, Anda bisa menggunakan rumus excel. Dengan begitu, perhitungan gaji karyawan menjadi lebih mudah. Ada beberapa data yang harus Anda masukkan, antara lain:

  • Nomor
  • Nama Karyawan
  • Jabatan
  • Gaji Pokok
  • Tunjangan
  • Pajak
  • Terima bersih(netto) didapat berdasarkan (Gaji pokok + Tunjangan) – Pajak

Baca juga: Potensi Gaji Karyawan Walet Menggiurkan

Untuk memahami cara mengisi struk gaji dengan excel, simak penjelasannya berikut ini.

  1. Membuat tabel

Anda mengisi struk gaji, Anda harus membuat tabel terlebih dahulu. Buatlah tabel sebanyak tujuh kolom yang berisi Nomor, Nama Karyawan, Gaji Pokok, Tunjangan, Pajak, dan Terima Bersih. Untuk barisnya, Anda bisa membuat 11 baris.

  1. Memasukkan rumus tunjangan

Hal yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah memasukkan rumus tunjangan. Misalnya besar tunjangan 10% dari gaji pokok, maka Anda perlu mengalikan 10% dengan gaji pokok. Caranya adalah dengan memilih cell F7, kemudian ketikkan =10%*E7. Lalu tekan tombol Enter. Cell E7 adalah baris pertama untuk kolom yang berisi gaji pokok.

Kemudian, secara otomatis hasil perhitungan akan muncul berupa tunjangan. Lalu untuk garis di bawahnya, Anda tidak perlu mengulang rumus yang ada di atas. Kemudian gerakkan pointer ke arah sudut kanan bawah cell F7. Pointer akan berubah menjadi tanda + (plus). Tariklah pointer ke bawah sampai baris terakhir tabel.

Setelah Anda tarik pointernya ke bawah, secara otomatis Anda akan mendapatkan hasil perhitungan untuk baris di bawahnya.

  1. Memasukkan rumus pajak

Misalnya pajak yang Anda terima sebesar 10%*(Gaji Pokok+Tunjangan). Maka dari itu, Anda perlu memasukkan fungsi rumus excel untuk melakukan perhitungan tersebut. Caranya adalah klik cell G7, kemudian ketikkan rumus =10%(E7+F7) dan tekan tombol Enter. Artinya dari tombol * dalam rumus yaitu perkalian 10% hasil perhitungan dari cell E7 dan cell F7.

Setelah Anda menekan tombol Enter, hasil perhitungan untuk pajak akan muncul secara otomatis. Nah untuk baris di bawahnya, Anda tidak perlu mengulang rumus yang ada di atas. Anda cukup mengarahkan pointer ke arah sudut kanan bawah cell G7, maka pointer akan berubag menjadi tanda +. Kemudian tarik pointer ke bawah sampai baris terakhir pada tabel.

Setelah Anda menarik pointer ke bawah, hasil perhitungan untuk baris berikutnya akan muncul secara otomatis.

  1. Memasukkan rumus Gaji Pokok

Gaji bersih bisa didapatkan dengan perhitungan (Gaji Pokok+Tunjangan) – Pajak. Untuk itu, Anda harus memasukkan fungsi rumus excel untuk menghitung gaji bersih. Caranya adalah dengan mengklik cell H7, lalu ketikkan rumus =(E7+F7)-G7. Rumus tersebut memiliki arti yaitu Anda melakukan penjumlahan antara cell E7 dengan F7 dan menguranginya dengan cell G7.

Kemudian, Anda akan mendapatkan hasil perhitungan untuk gaji bersih secara otomatis. Nah untuk baris berikutnya, Anda tidak perlu mengulang rumus di atas. Gerakkanlah pointer ke arah sudut kanan bawah cell H7, kemudian pointer akan berubah menjadi tanda +. Tarik pointer ke bawah sampai baris terakhir pada tabel.

Setelah Anda menarik pointer ke bawah, Anda akan mendapatkan hasil perhitungan baris di bawahnya secara otomatis.

Contoh Struk Gaji Karyawan

Tidak semua komponen yang telah disebutkan sebelumnya wajib ada dalam struk gaji. Namun, ada komponen yang wajib Anda masukkan ke dalam format struk gaji karyawan yaitu rincian lengkap gaji pokok dan juga THR. Nah, rincian lengkapnya seperti apa? Bagaimana contoh struk gaji? Agar Anda lebih memahami semua hal tentang struk gaji, simak contoh struk gaji karyawan berikut ini.

Contoh Struk Gaji Karyawan Lengkap

Perusahaan dengan skala besar dan sudah berbadan hukum, biasanya mempunyai contoh struk gaji yang lengkap. Tidak hanya terdiri dari gaji pokok dan THR saja, namun ada juga komponen lain dalam struk gajinya yaitu potongan pajak PPh 21 dan tunjangan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Tapi, tidak semua karyawan mendapatkan potongan pajak.

Contoh Struk Gaji Karyawan dengan Potongan Pinjaman

Beberapa perusahaan memberikan fasilitas pinjaman kepada karyawannya. Hal ini memiliki tujuan untuk membantu dalam memakmurkan para karyawannya. Ada juga struk gaji karyawan yang mencantumkan angsuran pinjaman.

Contoh Struk Gaji Karyawan Freelance

Karyawan yang bekerja secara freelance juga berhak mendapatkan slip gaji. Mereka berhak mendapatkan bayaran atas kinerjanya dan dicantumkan dalam slip gaji. Nah, Anda sebagai pengusaha atau pemilik usaha wajib memberikan hak tersebut kepada karyawan. Anda tidak perlu mencantumkan berbagai komponen dengan lengkap dalam sturk gaji karyawan freelance. Anda hanya perlu mencantumkan jumlah gaji dan periode atatu rincian kerja freelancer.

Format Struk Gaji Karyawan

Setelah memahami apa itu struk gaji, selanjutnya Anda harus mengetahui apa saja yang ada di struk gaji.

Semua usaha atau perusahaan pasti mempunyai contoh format struk gaji yang berbeda. Biasanya, format struk gaji disesuaikan dengan potongan atau tunjangan dari perusahaan sesuai dengan isi perjanjian kerja. Beberapa perusahaan yang sudah memiliki badan hukum membuat format gaji sebagai berikut.

  1. Kop surat resmi perusahaan
  2. Periode pembayaran gaji
  3. Identitas karyawan
  4. NPWP karyawan (jika ada)
  5. Upah pokok
  6. Tunjangan dan fasilitas (tidak wajib)
  7. THR
  8. Bonus (tidak wajib)
  9. Pajak (jika masuk wajib pajak)
  10. Potongan lain (jika ada)
  11. Upah tambahan (jika lembur)

namun, format struk gaji di atas bisa saja berubah komponen atau urutannya. Hal tersebut bisa menyesuaikan dengan perjanjian kerja atau regulasi yang ada di perusahaan. Contohnya, usaha kecil atau perusahaan kecil seperti laundry.

Perusahaan tersebut tidak memberikan tunjangan tambahan untuk karyawannya. Namun, ada beberapa komponen wajib yang perusahaan berikan dan sudah tercantum dalam contoh format struk gaji, yaitu rincian lengkap gaji pokok dan juga THR karyawan.

Baca juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan Bulanan dengan Excel

Kesimpulan

Nah, itulah cara mudah mengisi struk gaji karyawan yang bisa penulis sajikan. Membuat struk gaji karyawan adalah tugas dari HR dengan persetujuan dari Divisi Finansial. Dalam pembuatan struk gaji karyawan, sebaiknya Anda selalu memperhatikan semua detail komponen yang ada dalam format struk gaji. Hal tersebut Anda lakukan untuk mengurangi kesalahan dan miss informasi. Semoga artikel yang penulis sajikan ini bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *