Menemukan Alasan Mengundurkan Diri Pada Masa Percobaan yang Tepat

alasan mengundurkan diri pada masa percobaan
alasan mengundurkan diri pada masa percobaan

Masa percobaan, atau masa probation, termasuk dalam tahapan penting dalam karir seseorang. Maka dalam masa itu, anda harus memberikan performa yang maksimal agar perusahaan memberikan kontrak jangka panjang kepada anda. Biasanya masa percobaan ini berlangsung selama 3 bulan. Namun terkadang dalam masa percobaan, anda sudah tidak betah. Nah, kami akan memberikan pembahasan mengenai alasan mengundurkan diri pada masa percobaan.

Fenomena Mengundurkan Diri Pada Masa Percobaan

Namun di masa percobaan ini juga, banyak calon pekerja yang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.  Calon pekerja ini memilih mundur biasanya karena tidak cocok dengan lingkungan atau beban kerja mereka. Di satu sisi, perusahaan biasanya juga akan melihat kinerja pekerja dalam masa itu.

Tidak jarang ada perusahaan yang mengetes calon karyawan dengan memberikan pekerjaan yang banyak, bahkan di luar job desk mereka. Perusahaan ingin tahu sejauh mana ketahanan pekerja dengan beban pekerjaan perusahaan. Perusahaan memang memberikan porsi kerja lebih agar mendapatkan pekerja yang benar-benar sesuai dengan kriteria mereka.

Sementara, pekerja terkadang menganggapnya apa yang perusahaan lakukan melebihi batas. Jika sudah seperti ini, maka pekerja biasanya memilih untuk mengundurkan diri.

Sebenarnya, tidak hanya beban kerja saja yang membuat orang mengundurkan diri saat masa percobaan. Alasan mengundurkan diri pada masa percobaan karena lingkungan yang kurang sesuai. Baik itu karena atasannya yang selalu memarahinya, atau rekan kerjanya yang tidak mau bekerja sama. Ada juga yang ingin mundur saat masa percobaan karena calon pekerja mengerjakan tugas di luar job desk mereka.

Lantas, apakah boleh resign saat masa percobaan? Tentu saja boleh. Perusahaan membuat masa percobaan ini untuk penjajakan dengan calon karyawannya. Perusahaan belum tentu menerima karyawannya. Begitu juga juga dengan karyawannya juga boleh tidak melanjutkan kerja sama dengan perusahaan.

Hanya saja ketika anda ingin menyampaikan pengunduran diri. Anda harus memberikan alasan mengundurkan diri pada masa percobaan yang logis.

Baca juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset. Bisnis Bertumbuh

Alasan Resign Yang Masuk Akal

Ketika anda menjalani masa percobaan, maka sejatinya anda sudah menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Meskipun statusnya masih karyawan training. Dengan kata lain, ketika anda ingin mengajukan pengunduran diri di masa probation, maka anda harus menyampaikannya dengan baik dengan alasan yang masuk akal.

Anda tidak boleh tiba-tiba tidak masuk kerja dan menghilang tanpa ada kabar. Itu sama saja menjatuhkan reputasi anda. Anda bisa menghadap kepada atasan anda dan menyampaikan tujuan anda. Kami sarankan anda juga membuat surat pengunduran diri kerja. Selain itu, anda sebisa mungkin menyampaikan pengunduran diri anda itu jauh-jauh hari. Dengan demikian, perusahaan pun juga akan menyiapkan rencana lain terkait dengan struktur karyawan.

Lalu, apa alasan resign yang baik di masa training? Berikut beberapa alasan yang bisa anda pertimbangkan.

Menerima Pekerjaan di Tempat Lain

Saat mengundurkan diri, anda bisa memberikan alasan sudah menerima tawaran pekerjaan di tempat lain. Alasan ini merupakan alasan umum untuk menyampaikan pengunduran diri saat masa percobaan. Perusahaan tempat anda bekerja pun juga akan memaklumi hal itu asalkan kamu menyampaikan dengan baik-baik.

Namun pastikan sebelum mengundurkan diri, anda sudah benar-benar tanda tangan kontrak di perusahaan baru anda. Jika belum tanda tangan kontrak, itu berarti posisi anda di perusahaan itu belum aman.

Jangan sampai anda kecewa sudah mengundurkan diri di tempat yang lama, namun ternyata belum ada kejelasan kerja di tempat yang baru. Pastikan anda juga sudah mengetahui gaji dan tunjangan di tempat baru.

Budaya Kerja Tidak Cocok

Selain menerima tawaran di perusahaan lain, anda juga bisa menggunakan alasan pengunduran diri karena kurang cocok dengan budaya kerjanya. Masa percobaan memang menjadi masa beradaptasi di lingkungan baru, baik itu dengan sistem kerja, tempat kerja, jam kerja hingga rekan kerja.

Namun jika anda mengalami kesulitan dalam masa tersebut, maka anda lebih baik untuk mengundurkan diri. Secara otomatis, anda juga tidak akan betah dengan budaya kerja yang kurang sesuai dengan anda.

Terkadang budaya kerja itu juga tidak sesuai dengan apa yang perusahaan jelaskan saat interview. Namun, kami rekomendasikan untuk tidak buru-buru resign. Di mana pun anda bekerja pasti akan menerima sesuatu yang mungkin itu kurang sesuai dengan anda. Anda perlu berusaha menyesuaikan.

Akan tetapi, jika anda sudah beradaptasi dengan maksimal, namun tetap kurang cocok. Maka, mengajukan resign merupakan pilihan terbaik.

Keluarga Tidak Mendukung

Anda juga bisa mengutarakan bahwa keluarga kurang mendukung pekerjaan saat resign. Pekerjaan memang penting, namun keluarga adalah yang utama. Perusahaan pun juga akan menghargai keputusan anda jika memang berasal dari keluarga anda.

Mungkin, orang tua anda merasa kasihan dengan kerja anda yang sering lembur sehingga mereka memberikan saran untuk resign. Tentu itu tidak menjadi masalah. Yang namanya keluarga pasti ingin yang terbaik untuk anda.

Namun sebelum anda mengajukan resign, alangkah baiknya anda komunikasikan dengan perusahaan. Barang kali, ada jalan tengah untuk kebaikan bersama.

Kesimpulan

Masa percobaan menjadi masa penjajakan antara anda dengan perusahaan. Perusahaan akan melihat kinerja dan potensi anda. sementara, anda harus beradaptasi dengan budaya kerja yang baru. Ada yang cocok dan lanjut perpanjangan kontrak. Namun tidak sedikit juga yang mundur saat masa percobaan. Pastikan anda memberikan alasan mengundurkan diri pada masa percobaan yang logis dan sopan. Reputasi anda akan terjaga dan perusahaan pun juga akan menghargai keputusan anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *